RINGKASAN
BUKU BIMBINGAN PENULISAN ILMIAH
KARYA : Drs. Ba’in, M. Hum
I . PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH
Menurut Suderajat(2010:1) , Karya
tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo (dalam
Zulfikarakbar,2011:1), Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta dan ditulis menurut medotologi penulisan yang baik dan benar.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa karya tulis
ilmiah adalah laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian yang di lakukan
oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan.
II . KARAKTERISTIK KARYA TULIS
ILMIAH
Menurut Zulfikar (2011: 2) tidak
semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta adalah karya
imiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Objektif , Netral,Sistematis
,Logis, Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan), Hemat kata, Ragam baku, Jelas,
Sederhana, Bebas asumsi, Terstruktur dan akurat.
Dalam
penulisannya karya ilmiah mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
1. Memuat
gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran
2. Keindahan
terletak pada bangun pikir dan unsur-unsur penyangga
3. Alur
pikir dituangkan dalam sistematis dan notasi
4. Terdiri
dari unsur-unsur seperti : kata,angka,tabel,dan gambar yang tersusun teratur
5. Mampu
mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu
6. Terdiri
dari serangkaian narasi( penceritaan), eksposisi ( paparan)), deskripsi
(lukisan), dan argumentasi (alasan).
III . JENIS-JENIS KARYA
TULIS ILMIAH
Prinsipnya semua karya ilmiah merupakan
hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Hal yang membedakan hanyalah
materi,susunan,tujuan serta panjang pendeknya. Secara garis besar, karya ilmiah
diklasifikasikan menjadi dua , yaitu :
1.
Karya
ilmiah pendidikan
karya tulis ini biasanya seperti tugas
untuk meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan.
Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :
a.
Paper
(Karya Tulis)
b.
Pra
Skripsi (D3)
c.
Skripsi
(S1)
d.
Tesis
(S2)
e.
Disertasi
(S3)
2.
Karya
Ilmiah Penelitian
a.
Makalah
Seminar
Berisi uraian topik yang membahas suatu
permasalahan yang akan di sampaikan pada forum seminar.
b.
Laporan
Hasil Penelitian
Biasanya
ditulis relatif singkat karena hanya berisikan hasil dari suatu kegiatan
penelitian meskipun masih dalam tahap awal.
c.
Jurnal
Penelitian
Buku yang terdiri dari karya ilmiah
hasil penelitian dan resensi buku. Penerbitan jurnal penellitian harus teratur,
berkelanjutan, dan mendapatkan nomer perpustakaan nasional berupa ISSN.
IV . KEGUNAAN KARYA TULIS ILMIAH
Karya tulis ilmiah berfungsi sebagai
rujukan, meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta
menyumbang perluasan cakrawala ilmu pengetahuan. Sedangkan manfaat karya tulis
ilmiah bagi penulis seperti meningkatkan keterampilan membaca dan menulis,
berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dengan menyajikannya secara
sistematis, dan memperluas wawasan serta memberi kepuasan intelektual.
V . BAGIAN PENDAHULUAN KARYA TULIS
ILMIAH
Pendahuluan
merupakan bab pertama yang mengantar pembaca untuk mengetahui tentang topik
penulisan, alasan dan pentingnya dilakukan penulisan. Pendahuluan dalam karya tulis
ilmiah yaitu :
1.
Latar
Belakang masalah
menerangkan mengapa topik yang
dinyatakan pada judul karya tulis ilmiah di teliti.
2.
Rumusan
Masalah
Berisi rumusan persoalan dipecahkan atau
dipertanyakan yang perlu di jawab dengan penellitian.Perumusan disusun dalam
bentuk kalimat tanya atau mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau
pertanyaan. Rumusan masalah hendaknya mencakupi segala hal mengenai topik yang
di bahas.
3.
Tujuan
Penelitian
Mengugkapkan apa yang hendak di capai
dengan peneitian. Tujuan dirumuskan sejajar dengan rumusan masalah.
4.
Kegunaan
penelitian
Menguraikan kegunaan atau manfaat
penelitian, baik dari pengembangan ilmu maupun kepentingan praktis sekaligus
menunjukan bahwa masalah yang dipilih memang layak diteliti.
5.
Sistematika
Penulisan
Bagian ini menyajikan garis besar isi
karya ilmiah yang di tulis dan bagian-bagiannya secara urut dari bab satu
sampai bab terakhir.
VI . BAGIAN INTI KARYA TULIS ILMIAH
Dalam
karya ilmiah disajikan dua landasan , pertama Kerangka Teoritis adalah teori
untuk membangun kerangka kerja penelitian dan kedua kerangka metodologis adalah
hal yang berkaitan dengan desain penelitian,termasuk langkah-langkah
pengumpulan dan pengolahan data ( variable, instrumen, validitas, realibilitas
instrumen, teknik pengumpulan dan analisis data ). Keduanya diuraikan dalam
bagian yang berbeda , kerangka teoritis sering disebut landasan teori atau
kajian pustaka dalam bab 2, sedangkan kerangka metodologi pada bab 3 .
Bagian hasil dan pembahasan dalam
laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan.
Dalam bagian hasil penelitian di uraikan tentang semua aspek terkait
penelitian. Sedangkan dalam pembahasan data dilakukan kegiatan analisis data,
sintesis pembahasan, interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan temuan
pendapat baru.
Bab pembahasan terdiri dari dua
bagian besar yaitu :
1.
Deskripsi
data
Berisi serangkaian data , baik data
pendukung seperti latar belakang lembaga/instansi yang diteliti,struktur
organisasi dan sebagainya serta data utama yang diperlukan untuk pengujian
hipotesis.
2.
Pembahasan
Bagian ini berisi hasil analisis dan penelitian
yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang diacu penulis, dan memaparkan
‘teori-teori’ baru atau modifikasi teori-teori yang telah ada. Berisi tentang
kupasan, analisi, argumentasi, dan pendirian penulisan mengenai masalah yang
dibicarakan.
VII . BAGIAN PENUTUP KARYA TULIS
ILMIAH
Bagian
penutup karya ilmiah adalah simpulan dan saran. Simpulan harus sejalan dengan
masalah, tujuan, dan uraian tentang hasil penelitian. Uraian simpulan harus
menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab pendahuluan dan memenuhi semua
tujuan penelitian. Sedangkan saran harus sejalan dengan simpulan dan hendaknya
disertai argumentasi serta jalan keluar. Saran dikemukakan dengan mengaitkan
semua temuan dalam simpulan dan jika memungkinkan jalan keluar juga di sampaikan.
Selain itu, perlu juga dikemukakan masalah baru yang ditemukan dalam penelitian
yang memerlukan penelitian lanjutan.
Karya ilmiah perlu dilengkapi daftar
pustaka , yang memaparkan karya ilmiah lain sebagai rujukan. Agar dapat
ditelusuri daftar rujuka perlu memuat nama pengarang, judul,tahun terbit, serta
penerbitnya.
VIII . ATURAN TATA TULIS KARYA
ILMIAH SECARA UMUM
1.
Penggunaan
Bahasa Indonesia Baku
a. Penggunaan
kata yang benar, baik kata dasar maupun kata turunan
b. Penggunaan
kalimat benar sesuai dengan tata bahasa Indonesia
c. Setiap
kata mewakili satu arti, tidak bias
d. Penggunaan
retorika bahasa, terutama untuk bidang sastra
2.
Penggunaan
EYD Terbaru
a. Pemakaian
huruf besar, miring dan tebal
b. Penulisan
kata terutama gabungan kata,kata depan dan partikel
c. Pemakaian
singkatan atau akronim
d. Pemakaian
tanda baca
e. Penulisan
unsur serapan, baik bahasa asing atau bahasa daerah
3.
Penulisan
Judul dan subjudul
Untuk penulisan judul dan subjudul ada
dua aturan, yakni menggunakan jenis huruf, ukuran, percetakan serta letak yang
berbeda menggunakan angka Arab atau perpaduan angka Arab dan huruf Latin.
4.
Cara
Mengutip
Cara mengutip ada dua yaitu mengutip langsung
dan tidak langsung. Untuk lebih jelasnya akan di paparkan pada topik XI.
5.
Penyajian
Tabel dan Gambar
Tabel adalah satu cara sistematis untuk
menyajikan data statistik daam kolom dan lajur, sesuai klasifikasi masalah.
Dengan menggunakan tabel pembaca dapat memahami dan menafsirkan data dengan
cepat, dan mencari hubunganya. Tabel yang baik yaitu sederhana dan dipusatkan
pada beberapa ide dan hubungannya secara efektif.
Gambar mengacu pada foto, grafik, chart, peta sket, diagram, bagan, dan
lain sebagainya. Gambar menyajikan data data dalam bentuk visual sehingga mudah
dipahami. Gambar juga dapat digunakan menyajikan data statistik dalam bentuk
grafik.
6.
Pengetikan
Ketentuan-ketentuan
pengetikan karya ilmiah dirinci sebagai berikut:
a. Menggunakan
software pengolah kata seperti
Ms.Word, excel dll
b. Jenis
huruf Times New Roman, ukuran font
12 kecuali judul sampul luar atau dalam
menggunakan hurug tegak (kecuali bahasa asing) dan di cetak tebal (Bold) dengan ukuran font 12-16
(disesuaikan panjang judul). Catatan kaki menggunakan ukuran font 10.
c. Huruf
tebal (bold) digunakan untuk judul
dan sub-judul, memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.
d. Huruf
Miring (italic) digunakan untuk
istilah bahasa asing atau daerah.
e. Batas
tepi (margin) , tepi atas dan kiri :
4 cm dan tepi bawah dan kanan : 3 cm.
f. Sela
ketukan (indensi) : 1 cm. Indensi Tab di pakai pada baris pertama alinea baru
dan Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka.
g. Spasi
bagian awal,isi dan akhir
h. Bagian
awal karya ilmiah, seperti halaman judul, pengesahan, pernyataan, abstrak,
riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan
daftar lampiran. Spasi yang digunakan adalah :
1.) Pernyataan
menggunakan spasi tunggal.
2.) Riwayat
hidup dan kata pengantar menggunakan spasi ganda.
3.) Abstrak,
antara 150-250 kata (satu halaman) menggunakan spasi tunggal.
4.) Daftar
isi, tabel, gambar menggunakan spasi tunggal.
i.
Bagian isi karya ilmiah dari Bab I
sampai Bab V menggunakan spasi ganda.
j.
Bagian akhir karya illmiah seperti
Daftar Pustaka, yang daftar refrensinya memakai spasi tunggal (jarak antar
refrensi memakai spasi ganda), dan lampiran ditulis dengan spasi tunggal atau
sesuaikan bentuk/jenis lampiran.
k. Judul
karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf kapital, dicetak tebal, tanpa
singkatan (kecuali umum seperti PT., CV.,), posisi ditengah halaman, dan tanpa
diakhiri titik. Pengecualian pada judul halaman persetujuan seminar dan
pengesahan Skripsi(dengan huruf biasa,cetak tebal).
I.
Judul sub-bab diketik sejajar dengan
batas tepi(Margin) sebelah kiri
menggunakan huru A, B, C, dan seterusnya
II.
Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2,3
dan seterusnya. Judul sub sub sub-bab menggunakan huruf a,b,c dan seterusnya
III.
Judul sub sub-sub-sub bab mengunakan 1),
2), 3), dan seterusnya.
Semua Huruf pertama dengan huruf kapital
kecuali kata penghubung dan kata depan tanpa titik serta di ketik dengan huruf
tebal.
7.
Penomoran
Halaman
Ketentuan penomoran
halaman sebagai berikut :
a. Bagian
awal (halaman judul, pengesahan, persyaratan,abstrak,riwayat hidup, kata
pengantar, daftar isi, tabel, grafik, gambar dan lampiran). Nomor halaman
dengan angka romawi kecil(i,ii ,dan seterusnya) dan ditempatkan ditengah bawah.
Halaman judul tidak diberi nomor tapi tetap dihitung.
b. Mulai
BAB 1 sampai halaman akhir pada daftar pustaka nomor halaman angka latin
(1,2,dst). Nomor halaman ditempatkan sebelah kanan atas, kecuali baba baru
tidak diisi nomor halaman.
c. Data
pendukung penelitian di sajikan dalam lampiran tanpa nomor halaman.
IX . KETATABAHAHASAAN
KARYA TULIS ILMIAH
·
Pembentukan
Kata
a. Meng-
di tambahkan pada dasar bersuku satu berubah bentuk menjadi Menge- , contoh : Meng- + tik = mengetik
b. Konsonan
rangkap di awal tidak lulus apabila di tambahkan meng-, contoh : meng- +
produksi = memproduksi
c. Verbal
berdasar tunggal diredupliksi, dasarnya diulangi dengan pertahanan peluluhan
konsonan pertama. Dasar bersuku satu mempertahankan nge- depan yang
direduplikasi, contoh : tulis= menulis= menulis-nulis.
d. Bila
kata majemuk direduplikasiyang diulang kata awal. Contoh : meja makan =
meja-meja makan.
·
Asas
Pemungutan Kata
a. Asas
pemungutan secara utuh ,contoh : adab- biadab
b. Asas
pemungutan dengan perubahan/penyesuaian bunyi, contoh : system-sistem , subject-
subjek , dll
c. Asas
pemungutan dengan terjemahan, contoh : medical-
pengobatan.
·
Bentuk
baku dan tidak baku
Seperti ; baku=
kemarin, tidak baku=kemaren
·
Pembentukan
kalimat
Kalimat-kalimat yang di hasilkan harus
memenuhi syarat suatu kalimat gramatikal atau kalimat yang strukturnya
berdasarkan kaidah bahasa.
·
Aktif
dan Pasif
Kalimat
aktif : “Saya sudah mengatakan bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
tidak mudah “.
Kalimat
pasif : sudah saya katakan bahwa berbahasa indonesia dengan baik dan benar itu
tidak mudah.
·
Subjek
dan keterangan
·
Pengantar
kalimat predikat
·
Kalimat
majemuk dan kalimat bersusun
X . PENGGUNAAN EYD DALAM KARYA
TULIS ILMIAH
·
Pemakaian
Huruf Besar
o
Huruf Miring
o
Huruf Tebal
·
Penulisan
Kata
o
Kata dasar
o
Kata turunan
o
Gabungan Kata
o
Kata Depan
o
Partikel
o
Singkatan dan Akronim
o
Angka dan Bilangan
·
Pemakaian
Tanda Baca
o
Tanda Titik (.)
o
Tanda Koma (,)
o
Tanda Titik Koma (;)
o
Tanda Titik Dua (:)
o
Tanda Hubung (-)
o
Tanda Seru (!)
o
Tanda Elipsis (...)
o
Tanda Petik ( “ “)
o
Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
o
Tanda Kurung (())
o
Tanda Garis Miring (/)
·
Penulisan
Unsur Serapan
1. Unsur
asing yang belum sepenuhnya terserap dalam bahasa Indonesia ,seperti reshuffle, shuttle cock dll. Unsur itu
dipakai dalam kkonteks bahasa Indonesia tetapi cara pengucapan dan
penulisannyaa masih mengikuti bahasa asing.
2. Unsur
asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan kaidah bahasa Indonesia.
Ejaan disesuaikan dengan Pedoman umum
pembentukan istilah Edisi 3.
XI . GAYA BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Gaya bahasa adalah cara
mengungkapkan perasaaan atau pikiran bahasa, sehingga kesan dan efek terhadap
pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal mungkin.
§ Exordium (pendahuluan)
§ Protesis(latar
belakang)
§ Argumentasi (isi)
§ Conclusio (kesimpulan)
XII . ATURAN KUTIPAN KARYA ILMIAH
1) Cara Merujuk Kutipan-Kutipan
Langsung
a. Kutipan
Kurang dari 40 Kata
b. Kutipan
40 Kata atau Lebih
c. Kutipan
yang SebagianDihilangkan
2) Cara
Merujuk Kutipan Tidak Langsung
3) Cara
Menulis Daftar Rujukan
4) Rujukan
dari buku
5) Rujukan
dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (ada editornya)
6) Rujukan
dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)
7) Rujukan
dari artikel dalam jurnal
8) Rujukan
dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
9) Rujukan
dari artikel dalam majalah atau koran
10) Rujukan dari koran tanpa penulis
11) Rujukan
dari Dokumen Resmi Pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa
penulis dan tanpa lembaga
12) Rujukan
dari Lembaga yang ditulis Atas Nama Lembaga tersebut
13) Rujukan
berupa karya terjemahan
14) Rujukan
berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
15) Rujukan
berupa Makalah yang disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
16) Rujukan
dari internet berupa karya individual
17) Rujukan
dari internet berupa artikel dari jurnal
18) Rujukan
dari Internet Berupa Bahan Diskusi
19) Rujukan
dari Internet E-mail pribadi.
XIII . PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka sering disebut
Bibliografi atau daftar sumber refrensi. Berisi sumber-sumber yang dipakai
dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah. Ketentuan umum penulisan daftar pustaka
adalah sebagai berikut ;
1. Disusun
berdasarkan urutan alfabet nama pengarang
2. Nama
pengarang susunannya dibalik.
3. Jarak
antarbaris satu pokok pustaka 1 spasi,sedangkan antarpokok pustaka 2 spasi.
4. Setiap
pokok diketik dari margin kiri sedangkan baris kedua dan seterusnya di ketik 4
ketukan dari margin kiri.
5. Jika
ada dua karya tulis atau lebih oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang
pada pokok pustaka kedua, ketiga dan seterusnya di ganti garis lurus 5-7
ketukan.
6. Jika
ada dua atau lebih buku/karya tulis oleh pengarang dan tahun yang sama, maka
penulisan tahun penerbitan ditambahkan huruf kecil dibelakangnya (1990 a, 1990
b,.)
7. Tahun
penerbitan yang dicantumkan adalah tahun penerbitan urutan terakhir.
8. Judul
buku diketik huruf tebal, atau biasa yang diberi garis bawah atau huruf miring.
9. Susunan
nama pengarang dibalik, mulai dari nama belakang.
10. Jika
buku yang dipakai terdiri dua jilid atau lebih, maka penulisan judul
dicantumkan (jilid...), atau (edisi...).
11. Jika
ditulis oleh lembaga atau instansi tertentu sebagai pengganti nama pengarang.
12. Jika
ditulis oleh dua atau tuga pengarang ;
a. Nama
pengarang pertama susunannya dibalik;
b. Nama
pengaran kedua(dan ketiga) susunanya tidak dibalik;
c. Urutan
penulisan nama pengarang sesuai dengan urutan dalam sumber, nama penulis utama
diletakan paling depan.
13. Jika
satu buku/sumber refrensi ditulis oleh lebih dari tiga orang maka yang ditulis
hanya nama pengarang pertama dengan susunan penulisan nama pengarang
dibalik,diikuti(et.al.) atau (dkk) di belakangnya.
14. Jika
tanpa nama pengarang(anonim), maka langsung ditulis judul buku/refrensi diikuti
data publikasi lain. Akan tetapi jika tidak ada keduanya sebaiknya tidak
dipakai sebgai refrensi dalam karya ilmiah.
15. Jika
sumber tersebut sudah ada perubahan/revisi, maka judul buku dituliskan (edisi
revisi) atau (ed.rev.), atau (rev.ed.).
16. Judul
artikel atau karya ilmiah disejajarkan artikel.
17. Buku
yang ada nama editornya ;
a. daftar
pustaka ditulis nama editor diikuti (ed.) atau (eds.) dibelakangnya.
b. Jika
editor lebih dari seorag,cara penulisn nama editor sama dengan penulisan nama
pengarang. Contoh : Syamsuri, dkk. (eds.).2004............
18. Skripsi,
tesis, dan disertasi yang belum dipublikasikan untuk umum, diperlakuakan sama
dengar artikel, kemudian dituliskan jenis karya ilmiah, diikuti nama jurusan,
fakultas, perguruan tinggi, kota dan tahun penerbitan.
19. Sumber
referensi dari artikel/makalah dalam jurnal: Nama penulis artikel, tahun
penerbitan, judul penerbitan, judul artikel (ditulis di antara tanda kurung),
nama jurnal/majalah (ditulis huruf tebal/bergaris bawah/huruf miring), data
publikasi lain.
20. Rujukan
dari CD-ROM, cara penulisannya sama dengan rujukan artikel dalam jurnal,
ditambah keterangan CD-ROM dalam tanda kurung.
21. Rujukan
dari internet, yang merupakan karya individual, nama pengarang, tahun
penerbitan, judul (dicetak miring/tebal/bergaris bawah), selanjutnya diberi
keterangan (online), diikuti alamat sumber rujukan serta keterangan kapan
diakses, didalam tanda kurung.
22. Rujukan
dari internet berupa artikel dalam jurnal; Nama penulis, tahun penerbitan,
judul artikel, judul jurnal, diikuti keterangan(online), volume dan nomor
jurnal, alamat sumber rujukan, disertai keterangan kapan diakses dalam tanda
kurung.
23. Rujukan
dari internet berupa bahan diskusi
24. Rujukan
dari internet berupa E-mail pribadi
25. Rujukan
berupa makalah seminar/pertemuan ilmiah.
26. Rujukan
dari koran, tanpa nama penulis.
27. Rujukan
dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh penerbit, tanpa penulis
atau tanpa lembaga.
28. Rujukan
dari artikel/makalah dalam koran atau majalah.
XIV. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Artikel
ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku
kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman
atau konvensi ilmiah yang disepakati. Dari segi sistematika penulisan dan
isinyya, artikel dikelompokan menjadi dua yaitu; artikel hasil penelitian dan
artikel nonpenelitian/konseptual. Yang paling membedakan keduanya yaitu dalam
artikel penelitian harus ada bagian yang diberi subjudul “metode” dan “hasil”.
Sedangkan artikel konseptual terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu judul,
nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, bagian inti atau pembahasan,
penutup, dan daftar rujukan.
XV . PENULISAN SKRIPSI
Skripsi
adalah karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahakan sebagai persyaratan
untuk mencapai gelar sarjana(strata1). Skripsi merupakan bukti kemampuan
akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai
dengan bidang keahlian atau bidang studinya. Kriteria skripsi sebagai berikut ;
1. Topik
skripsi bersumber dari permasalahan sesuai bidang keahlian/studi.
2. Skripsi
ditulis berdasarkan hasil peneitian lapangan atau pustaka yang relevan.
3. Skripsi
ditulis mahasiswa dengan bimbingan dosen sesuai dengan bidang keahlian.
4. Skripsi
ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk bidang bahasa
asing ditulis dalam bahasa asing yang ditekuni.
5. Skripsi
dipertahankan oleh mahasiswa di hadapan tim penguji.
Skripsi
terbagi atas 3 bagian , yaitu;
1. Prawacana yang
terdiri atas sampul, lembar berlogo insitusi, judul, lembar pengesahan, lembar
pernyataan, motto dan persembahan, abstrak, kata pengantar, dan daftar ( isi,
tabel, gambar, lampiran). Penomoran menggunakan romawi kecil di bagian bawah
tengah. Penomoran halaman dimulai dari lembar judul sampai dengan lembar sebelum
bab pendahuluan.
2. Naas/bagian pokok skripsi terdiri
atas bab pendahuluan, teori yang digunakan untuk landasan penelitian, metode
penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan penutup.
3. Koda terdiri atas daftar
pustaka, lampiran, indeks, dan glosarium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar