Rabu, 06 April 2016



RINGKASAN
BUKU BIMBINGAN PENULISAN ILMIAH
KARYA : Drs. Ba’in, M. Hum

I . PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH
            Menurut Suderajat(2010:1) , Karya tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo (dalam Zulfikarakbar,2011:1), Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut medotologi penulisan yang baik dan benar. Dari beberapa pendapat di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa karya tulis ilmiah adalah laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian yang di lakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan.
II . KARAKTERISTIK KARYA TULIS ILMIAH
            Menurut Zulfikar (2011: 2) tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta adalah karya imiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Objektif , Netral,Sistematis ,Logis, Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan), Hemat kata, Ragam baku, Jelas, Sederhana, Bebas asumsi, Terstruktur dan akurat.
Dalam penulisannya karya ilmiah mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran
2.      Keindahan terletak pada bangun pikir dan unsur-unsur penyangga
3.      Alur pikir dituangkan dalam sistematis dan notasi
4.      Terdiri dari unsur-unsur seperti : kata,angka,tabel,dan gambar yang tersusun teratur
5.      Mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu
6.      Terdiri dari serangkaian narasi( penceritaan), eksposisi ( paparan)), deskripsi (lukisan), dan argumentasi (alasan).
III . JENIS-JENIS KARYA TULIS ILMIAH
      Prinsipnya semua karya ilmiah merupakan hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Hal yang membedakan hanyalah materi,susunan,tujuan serta panjang pendeknya. Secara garis besar, karya ilmiah diklasifikasikan menjadi dua , yaitu :
1.      Karya ilmiah pendidikan
karya tulis ini biasanya seperti tugas untuk meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :

a.      Paper (Karya Tulis)
b.      Pra Skripsi (D3)
c.       Skripsi (S1)
d.      Tesis (S2)
e.       Disertasi (S3)


2.      Karya Ilmiah Penelitian
a.      Makalah Seminar
Berisi uraian topik yang membahas suatu permasalahan yang akan di sampaikan pada forum seminar.
b.      Laporan Hasil Penelitian
Biasanya ditulis relatif singkat karena hanya berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.
c.       Jurnal Penelitian
Buku yang terdiri dari karya ilmiah hasil penelitian dan resensi buku. Penerbitan jurnal penellitian harus teratur, berkelanjutan, dan mendapatkan nomer perpustakaan nasional berupa ISSN.
IV . KEGUNAAN KARYA TULIS ILMIAH
            Karya tulis ilmiah berfungsi sebagai rujukan, meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta menyumbang perluasan cakrawala ilmu pengetahuan. Sedangkan manfaat karya tulis ilmiah bagi penulis seperti meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dengan menyajikannya secara sistematis, dan memperluas wawasan serta memberi kepuasan intelektual.
V . BAGIAN PENDAHULUAN KARYA TULIS ILMIAH
            Pendahuluan merupakan bab pertama yang mengantar pembaca untuk mengetahui tentang topik penulisan, alasan dan pentingnya dilakukan penulisan. Pendahuluan dalam karya tulis ilmiah yaitu :
1.      Latar Belakang masalah
menerangkan mengapa topik yang dinyatakan pada judul karya tulis ilmiah di teliti.
2.      Rumusan Masalah
Berisi rumusan persoalan dipecahkan atau dipertanyakan yang perlu di jawab dengan penellitian.Perumusan disusun dalam bentuk kalimat tanya atau mengandung kata-kata yang menyatakan persoalan atau pertanyaan. Rumusan masalah hendaknya mencakupi segala hal mengenai topik yang di bahas.
3.      Tujuan Penelitian
Mengugkapkan apa yang hendak di capai dengan peneitian. Tujuan dirumuskan sejajar dengan rumusan masalah.
4.      Kegunaan penelitian
Menguraikan kegunaan atau manfaat penelitian, baik dari pengembangan ilmu maupun kepentingan praktis sekaligus menunjukan bahwa masalah yang dipilih memang layak diteliti.
5.      Sistematika Penulisan
Bagian ini menyajikan garis besar isi karya ilmiah yang di tulis dan bagian-bagiannya secara urut dari bab satu sampai bab terakhir.
VI . BAGIAN INTI KARYA TULIS ILMIAH
            Dalam karya ilmiah disajikan dua landasan , pertama Kerangka Teoritis adalah teori untuk membangun kerangka kerja penelitian dan kedua kerangka metodologis adalah hal yang berkaitan dengan desain penelitian,termasuk langkah-langkah pengumpulan dan pengolahan data ( variable, instrumen, validitas, realibilitas instrumen, teknik pengumpulan dan analisis data ). Keduanya diuraikan dalam bagian yang berbeda , kerangka teoritis sering disebut landasan teori atau kajian pustaka dalam bab 2, sedangkan kerangka metodologi pada bab 3 .
            Bagian hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan. Dalam bagian hasil penelitian di uraikan tentang semua aspek terkait penelitian. Sedangkan dalam pembahasan data dilakukan kegiatan analisis data, sintesis pembahasan, interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan temuan pendapat baru.
            Bab pembahasan terdiri dari dua bagian besar yaitu :
1.      Deskripsi data
Berisi serangkaian data , baik data pendukung seperti latar belakang lembaga/instansi yang diteliti,struktur organisasi dan sebagainya serta data utama yang diperlukan untuk pengujian hipotesis.
2.      Pembahasan
Bagian ini berisi hasil analisis dan penelitian yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang diacu penulis, dan memaparkan ‘teori-teori’ baru atau modifikasi teori-teori yang telah ada. Berisi tentang kupasan, analisi, argumentasi, dan pendirian penulisan mengenai masalah yang dibicarakan.
VII . BAGIAN PENUTUP KARYA TULIS ILMIAH                     
            Bagian penutup karya ilmiah adalah simpulan dan saran. Simpulan harus sejalan dengan masalah, tujuan, dan uraian tentang hasil penelitian. Uraian simpulan harus menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab pendahuluan dan memenuhi semua tujuan penelitian. Sedangkan saran harus sejalan dengan simpulan dan hendaknya disertai argumentasi serta jalan keluar. Saran dikemukakan dengan mengaitkan semua temuan dalam simpulan dan jika memungkinkan jalan keluar juga di sampaikan. Selain itu, perlu juga dikemukakan masalah baru yang ditemukan dalam penelitian yang memerlukan penelitian lanjutan.
            Karya ilmiah perlu dilengkapi daftar pustaka , yang memaparkan karya ilmiah lain sebagai rujukan. Agar dapat ditelusuri daftar rujuka perlu memuat nama pengarang, judul,tahun terbit, serta penerbitnya.
VIII . ATURAN TATA TULIS KARYA ILMIAH SECARA UMUM
1.      Penggunaan Bahasa Indonesia Baku
a.       Penggunaan kata yang benar, baik kata dasar maupun kata turunan
b.      Penggunaan kalimat benar sesuai dengan tata bahasa Indonesia
c.       Setiap kata mewakili satu arti, tidak bias
d.      Penggunaan retorika bahasa, terutama untuk bidang sastra
2.      Penggunaan EYD Terbaru
a.       Pemakaian huruf besar, miring dan tebal
b.      Penulisan kata terutama gabungan kata,kata depan dan partikel
c.       Pemakaian singkatan atau akronim
d.      Pemakaian tanda baca
e.       Penulisan unsur serapan, baik bahasa asing atau bahasa daerah
3.      Penulisan Judul dan subjudul
Untuk penulisan judul dan subjudul ada dua aturan, yakni menggunakan jenis huruf, ukuran, percetakan serta letak yang berbeda menggunakan angka Arab atau perpaduan angka Arab dan huruf Latin.
4.      Cara Mengutip
Cara mengutip ada dua yaitu mengutip langsung dan tidak langsung. Untuk lebih jelasnya akan di paparkan pada topik XI.
5.      Penyajian Tabel dan Gambar
Tabel adalah satu cara sistematis untuk menyajikan data statistik daam kolom dan lajur, sesuai klasifikasi masalah. Dengan menggunakan tabel pembaca dapat memahami dan menafsirkan data dengan cepat, dan mencari hubunganya. Tabel yang baik yaitu sederhana dan dipusatkan pada beberapa ide dan hubungannya secara efektif.
Gambar mengacu pada foto, grafik, chart, peta sket, diagram, bagan, dan lain sebagainya. Gambar menyajikan data data dalam bentuk visual sehingga mudah dipahami. Gambar juga dapat digunakan menyajikan data statistik dalam bentuk grafik.
6.      Pengetikan
Ketentuan-ketentuan pengetikan karya ilmiah dirinci sebagai berikut:
a.       Menggunakan software pengolah kata seperti Ms.Word, excel dll
b.      Jenis huruf Times New Roman, ukuran font 12  kecuali judul sampul luar atau dalam menggunakan hurug tegak (kecuali bahasa asing) dan di cetak tebal (Bold) dengan ukuran font 12-16 (disesuaikan panjang judul). Catatan kaki menggunakan ukuran font 10.
c.       Huruf tebal (bold) digunakan untuk judul dan sub-judul, memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya.
d.      Huruf Miring (italic) digunakan untuk istilah bahasa asing atau daerah.
e.       Batas tepi (margin) , tepi atas dan kiri : 4 cm dan tepi bawah dan kanan : 3 cm.
f.       Sela ketukan (indensi) : 1 cm. Indensi Tab di pakai pada baris pertama alinea baru dan Indensi gantung digunakan untuk daftar pustaka.
g.      Spasi bagian awal,isi dan akhir
h.      Bagian awal karya ilmiah, seperti halaman judul, pengesahan, pernyataan, abstrak, riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. Spasi yang digunakan adalah :
1.)      Pernyataan menggunakan spasi tunggal.
2.)      Riwayat hidup dan kata pengantar menggunakan spasi ganda.
3.)      Abstrak, antara 150-250 kata (satu halaman) menggunakan spasi tunggal.
4.)      Daftar isi, tabel, gambar menggunakan spasi tunggal.
i.        Bagian isi karya ilmiah dari Bab I sampai Bab V menggunakan spasi ganda.
j.        Bagian akhir karya illmiah seperti Daftar Pustaka, yang daftar refrensinya memakai spasi tunggal (jarak antar refrensi memakai spasi ganda), dan lampiran ditulis dengan spasi tunggal atau sesuaikan bentuk/jenis lampiran.
k.      Judul karya ilmiah dan bab, diketik dengan huruf kapital, dicetak tebal, tanpa singkatan (kecuali umum seperti PT., CV.,), posisi ditengah halaman, dan tanpa diakhiri titik. Pengecualian pada judul halaman persetujuan seminar dan pengesahan Skripsi(dengan huruf biasa,cetak tebal).
I.              Judul sub-bab diketik sejajar dengan batas tepi(Margin) sebelah kiri menggunakan huru A, B, C, dan seterusnya
II.            Judul sub sub-bab dimulai dengan angka 1, 2,3 dan seterusnya. Judul sub sub sub-bab menggunakan huruf a,b,c dan seterusnya
III.        Judul sub sub-sub-sub bab mengunakan 1), 2), 3), dan seterusnya.
Semua Huruf pertama dengan huruf kapital kecuali kata penghubung dan kata depan tanpa titik serta di ketik dengan huruf tebal.
7.      Penomoran Halaman
Ketentuan penomoran halaman sebagai berikut :
a.       Bagian awal (halaman judul, pengesahan, persyaratan,abstrak,riwayat hidup, kata pengantar, daftar isi, tabel, grafik, gambar dan lampiran). Nomor halaman dengan angka romawi kecil(i,ii ,dan seterusnya) dan ditempatkan ditengah bawah. Halaman judul tidak diberi nomor tapi tetap dihitung.
b.      Mulai BAB 1 sampai halaman akhir pada daftar pustaka nomor halaman angka latin (1,2,dst). Nomor halaman ditempatkan sebelah kanan atas, kecuali baba baru tidak diisi nomor halaman.
c.       Data pendukung penelitian di sajikan dalam lampiran tanpa nomor halaman.
IX . KETATABAHAHASAAN KARYA TULIS ILMIAH
·         Pembentukan Kata
a.       Meng- di tambahkan pada dasar bersuku satu berubah bentuk menjadi Menge- ,  contoh : Meng- + tik = mengetik
b.      Konsonan rangkap di awal tidak lulus apabila di tambahkan meng-, contoh : meng- + produksi = memproduksi
c.       Verbal berdasar tunggal diredupliksi, dasarnya diulangi dengan pertahanan peluluhan konsonan pertama. Dasar bersuku satu mempertahankan nge- depan yang direduplikasi, contoh : tulis= menulis= menulis-nulis.
d.      Bila kata majemuk direduplikasiyang diulang kata awal. Contoh : meja makan = meja-meja makan.
·         Asas Pemungutan Kata
a.       Asas pemungutan secara utuh ,contoh : adab- biadab
b.      Asas pemungutan dengan perubahan/penyesuaian bunyi, contoh : system-sistem , subject- subjek , dll
c.       Asas pemungutan dengan terjemahan, contoh : medical- pengobatan.
·         Bentuk baku dan tidak baku          
Seperti ; baku= kemarin, tidak baku=kemaren
·         Pembentukan kalimat
Kalimat-kalimat yang di hasilkan harus memenuhi syarat suatu kalimat gramatikal atau kalimat yang strukturnya berdasarkan kaidah bahasa.
·         Aktif dan Pasif
Kalimat aktif : “Saya sudah mengatakan bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar tidak mudah “.
Kalimat pasif : sudah saya katakan bahwa berbahasa indonesia dengan baik dan benar itu tidak mudah.
·         Subjek dan keterangan
·         Pengantar kalimat predikat
·         Kalimat majemuk dan kalimat bersusun

X . PENGGUNAAN EYD DALAM KARYA TULIS ILMIAH
·         Pemakaian Huruf Besar
o   Huruf Miring
o   Huruf Tebal
·         Penulisan Kata

o   Kata dasar
o   Kata turunan
o   Gabungan Kata
o   Kata Depan
o   Partikel
o   Singkatan dan Akronim
o   Angka dan Bilangan

·         Pemakaian Tanda Baca

o   Tanda Titik (.)
o   Tanda Koma (,)
o   Tanda Titik Koma (;)
o   Tanda Titik Dua (:)
o   Tanda Hubung (-)
o   Tanda Seru (!)
o   Tanda Elipsis (...)
o   Tanda Petik ( “ “)
o   Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
o   Tanda Kurung (())
o   Tanda Garis Miring (/)

·         Penulisan Unsur Serapan
1.      Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap dalam bahasa Indonesia ,seperti reshuffle, shuttle cock dll. Unsur itu dipakai dalam kkonteks bahasa Indonesia tetapi cara pengucapan dan penulisannyaa masih mengikuti bahasa asing.
2.      Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan kaidah bahasa Indonesia. Ejaan disesuaikan dengan Pedoman umum pembentukan istilah Edisi 3.
XI . GAYA BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
            Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan perasaaan atau pikiran bahasa, sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal mungkin.
*      Bahasa Leksikal
*      Retorika Bahasa
*      Bahasa dan Retorika dalam Komunikasi Ilmiah, metode pembicara agar mendapatkan hasil retorika ada empat yaitu :

§  Exordium (pendahuluan)
§  Protesis(latar belakang)
§  Argumentasi (isi)
§  Conclusio (kesimpulan)

XII . ATURAN KUTIPAN KARYA ILMIAH
1)      Cara Merujuk Kutipan-Kutipan Langsung
a.       Kutipan Kurang dari 40 Kata
b.      Kutipan 40 Kata atau Lebih
c.       Kutipan yang SebagianDihilangkan
2)      Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
3)      Cara Menulis Daftar Rujukan
4)      Rujukan dari buku
5)      Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (ada editornya)
6)      Rujukan dari artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)
7)      Rujukan dari artikel dalam jurnal
8)      Rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD-ROM
9)      Rujukan dari artikel dalam majalah atau koran
10)   Rujukan dari koran tanpa penulis
11)  Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa penulis dan tanpa lembaga
12)  Rujukan dari Lembaga yang ditulis Atas Nama Lembaga tersebut
13)  Rujukan berupa karya terjemahan
14)  Rujukan berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
15)  Rujukan berupa Makalah yang disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
16)  Rujukan dari internet berupa karya individual
17)  Rujukan dari internet berupa artikel dari jurnal
18)  Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi
19)  Rujukan dari Internet E-mail pribadi.


XIII . PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
            Daftar pustaka sering disebut Bibliografi atau daftar sumber refrensi. Berisi sumber-sumber yang dipakai dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah. Ketentuan umum penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut ;
1.      Disusun berdasarkan urutan alfabet nama pengarang
2.      Nama pengarang susunannya dibalik.
3.      Jarak antarbaris satu pokok pustaka 1 spasi,sedangkan antarpokok pustaka 2 spasi.
4.      Setiap pokok diketik dari margin kiri sedangkan baris kedua dan seterusnya di ketik 4 ketukan dari margin kiri.
5.      Jika ada dua karya tulis atau lebih oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang pada pokok pustaka kedua, ketiga dan seterusnya di ganti garis lurus 5-7 ketukan.
6.      Jika ada dua atau lebih buku/karya tulis oleh pengarang dan tahun yang sama, maka penulisan tahun penerbitan ditambahkan huruf kecil dibelakangnya (1990 a, 1990 b,.)
7.      Tahun penerbitan yang dicantumkan adalah tahun penerbitan urutan terakhir.
8.      Judul buku diketik huruf tebal, atau biasa yang diberi garis bawah atau huruf miring.
9.      Susunan nama pengarang dibalik, mulai dari nama belakang.
10.  Jika buku yang dipakai terdiri dua jilid atau lebih, maka penulisan judul dicantumkan (jilid...), atau (edisi...).
11.  Jika ditulis oleh lembaga atau instansi tertentu sebagai pengganti nama pengarang.
12.  Jika ditulis oleh dua atau tuga pengarang ;
a.       Nama pengarang pertama susunannya dibalik;
b.      Nama pengaran kedua(dan ketiga) susunanya tidak dibalik;
c.       Urutan penulisan nama pengarang sesuai dengan urutan dalam sumber, nama penulis utama diletakan paling depan.
13.  Jika satu buku/sumber refrensi ditulis oleh lebih dari tiga orang maka yang ditulis hanya nama pengarang pertama dengan susunan penulisan nama pengarang dibalik,diikuti(et.al.) atau (dkk) di belakangnya.
14.  Jika tanpa nama pengarang(anonim), maka langsung ditulis judul buku/refrensi diikuti data publikasi lain. Akan tetapi jika tidak ada keduanya sebaiknya tidak dipakai sebgai refrensi dalam karya ilmiah.
15.  Jika sumber tersebut sudah ada perubahan/revisi, maka judul buku dituliskan (edisi revisi) atau (ed.rev.), atau (rev.ed.).
16.  Judul artikel atau karya ilmiah disejajarkan artikel.
17.  Buku yang ada nama editornya ;
a.       daftar pustaka ditulis nama editor diikuti (ed.) atau (eds.) dibelakangnya.
b.      Jika editor lebih dari seorag,cara penulisn nama editor sama dengan penulisan nama pengarang. Contoh : Syamsuri, dkk. (eds.).2004............
18.  Skripsi, tesis, dan disertasi yang belum dipublikasikan untuk umum, diperlakuakan sama dengar artikel, kemudian dituliskan jenis karya ilmiah, diikuti nama jurusan, fakultas, perguruan tinggi, kota dan tahun penerbitan.
19.  Sumber referensi dari artikel/makalah dalam jurnal: Nama penulis artikel, tahun penerbitan, judul penerbitan, judul artikel (ditulis di antara tanda kurung), nama jurnal/majalah (ditulis huruf tebal/bergaris bawah/huruf miring), data publikasi lain.
20.  Rujukan dari CD-ROM, cara penulisannya sama dengan rujukan artikel dalam jurnal, ditambah keterangan CD-ROM dalam tanda kurung.
21.  Rujukan dari internet, yang merupakan karya individual, nama pengarang, tahun penerbitan, judul (dicetak miring/tebal/bergaris bawah), selanjutnya diberi keterangan (online), diikuti alamat sumber rujukan serta keterangan kapan diakses, didalam tanda kurung.
22.  Rujukan dari internet berupa artikel dalam jurnal; Nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel, judul jurnal, diikuti keterangan(online), volume dan nomor jurnal, alamat sumber rujukan, disertai keterangan kapan diakses dalam tanda kurung.
23.  Rujukan dari internet berupa bahan diskusi
24.  Rujukan dari internet berupa E-mail pribadi
25.  Rujukan berupa makalah seminar/pertemuan ilmiah.
26.  Rujukan dari koran, tanpa nama penulis.
27.  Rujukan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh penerbit, tanpa penulis atau tanpa lembaga.
28.  Rujukan dari artikel/makalah dalam koran atau majalah.
XIV. PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
            Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang disepakati. Dari segi sistematika penulisan dan isinyya, artikel dikelompokan menjadi dua yaitu; artikel hasil penelitian dan artikel nonpenelitian/konseptual. Yang paling membedakan keduanya yaitu dalam artikel penelitian harus ada bagian yang diberi subjudul “metode” dan “hasil”. Sedangkan artikel konseptual terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu judul, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, bagian inti atau pembahasan, penutup, dan daftar rujukan.
XV . PENULISAN SKRIPSI
            Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dan dipertahakan sebagai persyaratan untuk mencapai gelar sarjana(strata1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan bidang keahlian atau bidang studinya. Kriteria skripsi sebagai berikut ;
1.      Topik skripsi bersumber dari permasalahan sesuai bidang keahlian/studi.
2.      Skripsi ditulis berdasarkan hasil peneitian lapangan atau pustaka yang relevan.
3.      Skripsi ditulis mahasiswa dengan bimbingan dosen sesuai dengan bidang keahlian.
4.      Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk bidang bahasa asing ditulis dalam bahasa asing yang ditekuni.
5.      Skripsi dipertahankan oleh mahasiswa di hadapan tim penguji.
Skripsi terbagi atas 3 bagian , yaitu;
1.      Prawacana yang terdiri atas sampul, lembar berlogo insitusi, judul, lembar pengesahan, lembar pernyataan, motto dan persembahan, abstrak, kata pengantar, dan daftar ( isi, tabel, gambar, lampiran). Penomoran menggunakan romawi kecil di bagian bawah tengah. Penomoran halaman dimulai dari lembar judul sampai dengan lembar sebelum bab pendahuluan.
2.      Naas/bagian pokok skripsi terdiri atas bab pendahuluan, teori yang digunakan untuk landasan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan penutup.
3.       Koda terdiri atas daftar pustaka, lampiran, indeks, dan glosarium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar